Ratusan Sopir Dumptruk Mengadu ke DPRD OKU,Terkait Antrian Panjang Di SPBU

waktoe.id | Baturaja. Sum-Sel.Antrian panjang yang kerap terjadi di sejumlah SPBU yang ada di kota Baturaja membuat ratusan sopir Dumptruk menggelar aksi demo ke DPRD OKU untuk mengadukan nasibnya.

Wiwik Wiwoho selaku perwakilan dari sopir dumptruk dihadapan Wakil rakyat mengatakan jika sejak antrian panjang di SPBU pendapatan para sopir truk ini menurun drastis.

Karena jika sebelum ada antr87ian BBM, para sopir dumptruk ini bisa mengangkut pasir hingga 4 rit per hari. “Selama ini antri BBM terlalu lama bisa sampai sekitar 2-3 jam, biasa mengantar pasir ke Martapura tiga sampai empat kali, namun kini hanya 1 sampai 2 kali” ungkap wiwik.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III, M Saleh Tito ST mengatakan jika permasalahan antrian BBM yang telah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu jangan dianggap enteng, karena banyak kerugian yang terjadi akibat antrian ini.

“Masalah ini jangan dianggap enteng oleh Pemerintah daerah, karena banyak kerugian yang terjadi akibat masalah ini. Contohnya para sopir dumptruk ini, belum lagi para pelaku usaha yang berada di sekitar SPBU yang terpaksa kehilangan konsumen akibat antrian panjang yang terjadi” ungkap Tito.

Dikatakan Tito, pihak pemerintah dalam hal ini Pemkab OKU harus mencarikan solusi agar masalah ini tidak berlarut-larut. “Perlu peran serta Pemkab OKU untuk mengatasi masalah ini, jangan sampai masalah ini berlarut-larut” harap Tito.

Sementara pihak Pemkab OKU yang diwakili oleh Kabag Sumber Daya Alam
Delly Oktavian mengatakan jika sekitar bulan September 2022 yang lalu, pihak Pemkab OKU telah membentuk Tim Satgas Pengendalian BBM ini.

Namun, lanjut Deli, karena ketiadaan dana untuk operasional Satgas ini maka kinerja Satgas tidak bisa maksimal. ” Kita telah membentuk Satgas untuk masalah ini namun karena ketiadaan anggaran maka, kinerja Satgas ini tidak bisa maksimal” ungkap Delly(Tim)

Artikel Terkait
album-art
Menyilau Hari Jadi Klaten
ADVERTISING